JANGAN SALAH NIAT KETIKA BERPUASA

بسم الله الرحمن الرحيم

Asy-Syaikh Abdul Aziz ibnu Baz berkata,

الواجب على المسلم أن يصوم إيمانا واحتسابا لا رياء ولا سمعة ولا تقليدا للناس، أو متابعة لأهله أو أهل بلده، بل الواجب عليه أن يكون الحامل له على الصوم هو إيمانه بأن الله قد فرض عليه ذلك، واحتسابه الأجر عند ربه في ذلك.

“Yang wajib bagi setiap muslim berpuasa karena keimanan dan mengharap pahala. Bukan karena ingin dilihat dan didengar, bukan pula karena mengikuti manusia, keluarga, atau penduduk negerinya. Bahkan, wajib baginya menghadirkan di hatinya bahwa yang mendorong dia untuk berpuasa adalah keimanannya bahwa Allah mewajibkan atasnya hal itu dan dia mengharapkan pahala di sisi Rabbnya dalam hal itu.”

Sumber: Majmū’ al-Fatāwā, jilid 15, hlm. 16.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar غفر الرحمن له.

#nasihat

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Web: https://alfudhail.com

BEKERJA DI RUMAH MAKAN MILIK NON MUSLIM SELAMA RAMADAN

Pertanyaan:

Bismillah, ‘Afwan ustadz mau tanya.

Jika kami bekerja di sebuah rumah makan yang pengunjungnya lebih dominan non muslim dan kami tetap masak seperti biasa pada bulan puasa ini, bagaimana sikap kami ya ustadz? Sedang pemilik rumah makan non muslim.

Jazakumullahu khairan.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah.

Pendapat yang benar adalah bahwa orang-orang kafir juga dituntut untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban Islam, namun tentu saja mereka harus masuk Islam terlebih dahulu.

Karena tidak sah kewajiban-kewajiban tersebut selama mereka masih kafir, artinya orang-orang kafir apabila tidak masuk ke dalam Islam dan tidak mengerjakan kewajiban-kewajiban Islam, mereka tidak sekadar diazab karena kekufurannya. Namun, juga karena mereka telah meninggalkan kewajiban-kewajiban Islam di antaranya adalah berpuasa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

{مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (٤٢) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (٤٣) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (٤٤) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (٤٥) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (٤٦)}
[المدثر : ٤٢-٤٦]

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan.” (al-Muddatsir: 42-46)

Oleh karena itu, tidak boleh tolong-menolong dengan orang kafir ketika mereka meninggalkan kewajiban puasa.

Hendaknya antum berusaha mencari pekerjaan yang lain atau meminta uzur untuk tidak bekerja selama bulan Ramadan, dan tidak mengapa untuk kembali bekerja di sana selepas bulan Ramadan. Semoga Allah memberikan keluasan rezeki bagi antum.


وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (٢)
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ
[الطلاق : ٢-٣]

“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (ath-Thalaq: 2-3)

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

TUJUAN DARI BERPUASA

بسم الله الرحمن الرحيم

TUJUAN DARI BERPUASA

Asy-Syaikh Abdul Aziz ibnu Baz berkata,

المقصود بالصيام هو طاعة الله سبحانه، وتعظيم حرماته، وجهاد النفس على مخالفة هواها في طاعة مولاها، وتعويدها الصبر عما حرم الله، وليس المقصود مجرد ترك الطعام والشرب وسائر المفطرات،

“Yang dimaksud dengan puasa adalah melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu, mengagungkan aturan-aturan Allah, memerangi jiwa untuk menyelisihi hawa nafsunya dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan membiasakan jiwa untuk bersabar dari meninggalkan segala yang diharamkan oleh Allah. Dan bukanlah maksud dari berpuasa sekadar meninggalkan makan, minum, dan segala yang membatalkan.”

Sumber: Majmū’ al-Fatāwā, jilid 15, hlm. 15.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar غفر الرحمن له.

#nasihat

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

ALANGKAH NIKMATNYA BERJUMPA DENGAN RAMADAN

بسم الله الرحمن الرحيم

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata,

إخواني: بلوغ رمضان نعمة كبيرة على من بلغه وقام بحقه بالرجوع إلى ربه من معصيته إلى طاعته، ومن الغفلة عنه إلى ذكره، ومن البعد عنه إلى الإنابة إليه

“Wahai saudara-saudaraku! Berjumpa dengan bulan Ramadan merupakan nikmat yang besar bagi orang yang menjumpainya, menunaikan haknya dengan kembali kepada Rabbnya dari kemaksiatan menuju ketaatan kepada-Nya, dari kelalaian menuju ingat kepada-Nya dan dari kejauhan menuju kedekatan untuk segera kembali kepada-Nya.”

Sumber: Majālis Syahri Ramadhān, 1/12.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar غفر الرحمن له.

#nasihat

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

DI ANTARA HIKMAH PUASA (Bag ke-7)

بسم الله الرحمن الرحيم

DI ANTARA HIKMAH PUASA
(Bag ke-7)

Asy-Syaikh Abdul Aziz ibnu Baz berkata,

ومنها أيضا: أنه يحمل المرء على التقوى والعبادة، ولهذا نرى الناس في رمضان يكثرون من العبادة أكثر منها في غير رمضان

“Di antara faedah puasa adalah membawa seseorang untuk bertakwa dan beribadah. Oleh karena ini, kita melihat manusia pada bulan Ramadan lebih banyak melakukan ibadah daripada selain bulan Ramadan.”

Sumber: Fath Dzī al-Jalāli wal Ikrām, jilid 3, hlm. 207.

Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar.

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

NASIHAT BAGI PEKERJA BERAT PADA BULAN RAMADAN

بسم الله الرحمن الرحيم

NASIHAT BAGI PEKERJA BERAT PADA BULAN RAMADAN

Asy-Syaikh Abdul Aziz ibnu Baz berkata,

فاتق الله ما استطعت، اعمل عملا قليلا وأنت محتاج إليه، ليس فيه ما يمنعك من الصوم، وإلا فادخر من أعمالك التي قبل رمضان ما يعينك على الفراغ بالصيام مع المسلمين

“Bertakwalah engkau kepada Allah sesuai dengan kemampuanmu! Lakukanlah pekerjaan yang ringan yang engkau membutuhkannya dan pekerjaan tersebut tidak menghalangimu dari berpuasa. Dan jika tidak bisa, maka menabunglah dari pekerjaan-pekerjaanmu yang engkau lakukan sebelum Ramadan sehingga dapat membantumu untuk lapang berpuasa bersama kaum muslimin.”

Sumber: Fatāwā Nūrun ‘Alā ad-Darb, jilid 16, hlm. 168.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar.

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram:
https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

DI ANTARA HIKMAH PUASA (Bag ke-6)

بسم الله الرحمن الرحيم

DI ANTARA HIKMAH PUASA
(Bag ke-6)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata,

ومنها أيضا كسر النفس عن الأشر والبطر؛ لأن الإنسان إذا فقد الأكل والشرب وذاق ألم الجوع والعطش فإن نفسه التي تعلو في غلوائها تحبط وتعرف أنها في ضرورة إلى ربها عز وجل فتنكسر حدة النفس

“Di antara faedah puasa memutuskan dari jiwa sifat sombong dan congkak, karena apabila seseorang tidak makan dan minum dan merasakan pedihnya lapar dan haus, maka jiwanya yang tinggi merasa rendah dan mengetahui bahwa dia sangat butuh terhadap Rabb-Nya ‘Azza wa Jalla, maka dengan sebab itu, terputuslah ketajaman dirinya.”

Sumber: Fath Dzī al-Jalāli wal Ikrām, jilid 3, hlm. 207.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar.

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram:
https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

JUAL MAKANAN PADA SIANG HARI RAMADAN

Pertanyaan:

Bismillah ustadz, izin bertnya, bagaimana hukum jual makanan pada jam siang hari bulan Ramadan.

Jazakallah khairan.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah.

Semaksimal mungkin diusahakan agar tidak tolong menolong dalam perkara dosa, mungkin dengan cara tempatnya tertutup yang sangat kuat indikasi bahwa yang belanja adalah orang-orang yang mendapat uzur seperti wanita haid dan nifas, atau pada sore hari yang besar kemungkinan yang belanja adalah orang yang ingin menyiapkan bekal berbuka. Jangan di tempat dan pada waktu yang dapat membuat kaum muslimin merusak puasa mereka.

Wallahua’lam.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail