CARA BERISTIGFAR UNTUK ORANG TUA YANG SUDAH MENINGGAL

CARA BERISTIGFAR UNTUK ORANG TUA YANG SUDAH MENINGGAL

Pertanyaan:

Bismillah.
Assalamu’alaikum ustadz hafizhakallah. Ana mau bertanya, bagaimana bacaan istigfar untuk orang tua yang sudah meninggal?

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman Ibnu ‘Umar hafizhahullah.

Mendoakan ampunan teruntuk orang tua yang telah meninggal merupakan amalan yang dianjurkan. Semestinya bagi kita semua untuk selalu mendoakan ampunan teruntuk kedua orang tua kita yang muslim, terlebih lagi jika mereka sudah meninggal dunia karena hal itu sangat bermanfaat bagi mereka.

Untuk lafaznya bisa dengan kalimat Allaahummaghfir liy waliwaalidayya (Ya Allah ampunilah aku dan kedua orang tuaku) atau Allaahummaghfirlahumaa (Ya Allah ampunilah mereka berdua) dan doa-doa yang semisal ini yang ditujukan kepada mereka.

Adapun seseorang beristigfar dengan mengucapkan astaghfirullah kemudian pahalanya untuk si mayit, maka ini adalah amalan yang tidak ada asalnya dalam agama Islam. Syekh Abdul Aziz ibnu Baz rahimahullah berkata,

التبرع بالاستغفار وتثويبه له ليس بمشروع، لكن الدعاء، تقول: اللهم اغفر له. أما أن تستغفر لنفسه، وتقول: اللهم اجعل ثوابه له فهذا لا أصل له.

“Memberikan bacaan istigfar dan pahalanya untuk simayit tidak disyariatkan. Namun, hendaknya dia membaca doa (semisal) Allaahummaghfirlahu. Adapun seseorang beristigfar untuk dirinya kemudian berdoa, Ya Allah berikanlah pahalanya untuk dia, maka ini adalah amalan yang tidak ada asalnya dalam Islam.” (Fatāwā Nūrun ‘alā ad-Darb, jilid 14, hlm. 284).

Wallahua’lam.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

KENAPA SURAH AT-TAUBAH TIDAK DIAWALI DENGAN BASMALLAH?

KENAPA SURAH AT-TAUBAH TIDAK DIAWALI DENGAN BASMALLAH?

Pertanyaan

Bismillah afwan ustadz ijin tanya, kenapa di surah At-Taubah tidak ada basmallah nya yaa

jazakallahu khairan ustadz

Jawaban

Oleh al-Ustadz Abu Ahmad hafizhahullah

Untuk alasan pastinya tentu Allah yang lebih tahu kenapa Surat At-Taubah tidak didahului dengan basmalah, namun para ulama berusaha untuk menyebutkan hikmah nya di antaranya bahwa surat at-taubah نزلت بالسيف (turun dengan membawa pedang), di mana makna yang terkandung di dalam surat at-Taubah adalah mengenai sikap berlepas diri dan pernyataan peperangan kepada kaum musyrikin, ini berlawanan dengan makna basmalah yang mengandung rahmah (kasih sayang).

Ada pula diantara ulama yang menyebutkan bahwa Surat At-Taubah adalah bagian dari surat sebelumnya yaitu surat al-Anfal dengan bukti bahwa tema yang dibahas masih sama yaitu mengenai perang. Karena masih dalam satu surat yang sama maka tidak diawali dengan basmalah

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail