CELAAN ITU TIDAK AKAN MEMUDARATKAN RASUL SEDIKIT PUN

بسم الله الرحمن الرحيم

CELAAN ITU TIDAK AKAN MEMUDARATKAN RASUL SEDIKIT PUN

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,

“Orang-orang yang mencela Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka menghina, ini bukan perkara baru. Bahkan, terjadi pada masa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Jalla wa ‘Ala berfirman,

وَإِذَا رَأَوْكَ إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا الَّذِي بَعَثَ اللَّهُ رَسُولًاإِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ ءَالِهَتِنَا لَوْلَآ أَن صَبَرْنَا عَلَيْهَا

‘Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikanmu sebagai ejekan (dengan mengatakan), inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul? Sesungguhnya hampirlah dia menyesatkan kita dari sesembahan-sesembahan kita, kalaulah kita tidak sabar (menyembah)nya.’ (al-Furqan: 41-42).

Mereka mencela dan menghina Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam semenjak Allah mengutus Rasul. Mereka tidak hanya mencela Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan seluruh para Nabi, menghina dan mencela serta membunuh di antara para Nabi. Ini bukan sesuatu yang asing.

Ini adalah rantai yang bersambung dari perbuatan orang-orang kafir. Akan tetapi, alhamdulillah hal itu tidak akan memudaratkan Allah dan Rasul-Nya sedikit pun dan mereka tidak akan bisa melemahkan tekad kaum muslimin bahkan, nampaknya pengingkaran dari kaum muslimin, hal itu merupakan tanda bahwa kaum muslimin walillahilhamd dalam kebaikan, bisa jadi ini terdapat kebaikan di dalamnya walhamdulillah.
Allah berfirman,

وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ

‘Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal hal itu amat baik bagi kalian.’ (al-Baqarah: 216).

Kaum muslimin sekarang membela Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini insya Allah akan menjadi sebab berpegang teguh terhadap sunah beliau dan ditinggalkannya bidah dan perkara baru dalam agama, ini adalah jalan kebaikan walhamdulillah.

وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ

‘Bisa jadi kalian membenci sesuatu, padahal hal itu amat baik bagi kalian.’ (al-Baqarah: 216).

Adapun mereka, maka tidak akan memudaratkan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَىٰ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ

‘Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan menghapuskan amal-amal mereka.’ (Muhammad: 32).

Kalau begitu kemudaratan itu akan kembali kepada mereka walhamdulillah.

Sumber: https://youtu.be/rrSRfLCi6Es

Alih bahasa: Abu Fudhail ‘Abdurrahman ibnu ‘Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga: MENYANDARKAN FAEDAH KEPADA PEMILIKNYA

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

USAHA ITU HARUS DISERTAI DENGAN DOA

بسم الله الرحمن الرحيم

USAHA ITU HARUS DISERTAI DENGAN DOA

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

قال النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم (المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير احرص على ما ينفعك واستعن بالله) فأمر بالحرص والاستعانة لأن الحرص وحده لا يكفي والاستعانة بدون حرص لا تنفع لأن الاستعانة بدون حرص ليست استعانة حقيقية إذ أن المستعين بالله لابد أن يفعل الأسباب ويستعين بالرب عز وجل.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Masing-masing dari keduanya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk perkara-perkara yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan bersemangat dan memohon pertolongan karena semangat saja tidak cukup. Memohon pertolongan kepada Allah tanpa ada kesemangatan tidak akan bermanfaat karena memohon pertolongan tanpa ada kesemangatan bukanlah memohon pertolongan pada hakikatnya. Seseorang yang memohon pertolongan kepada Allah, harus menjalankan sebab disertai dengan memohon pertolongan kepada Rabb ‘Azza wa Jalla.”

Sumber: Fatāwā Nūrun ‘alā ad-Darb, jilid 24. Hlm. 2.

Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga: JIKA SUDAH REZEKIMU, MAKA TIDAK AKAN KE MANA

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com