APAKAH BERBEKAM MEMBATALKAN PUASA?

Pertanyaan:

Bismillah.

Semoga ustadz dan keluarga dalam keadaan sehat. Aamiin.

Mau bertanya ustadz, bagaimana hukumnya berbekam atau membekam pada saat siang hari puasa?

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah.

Berbekam, menurut pendapat yang kuat, tidak membatalkan puasa berdasarkan hadis dari sahabat ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أن النبي صلى الله عليه وسلم احتجم وهو محرم واحتجم وهو صائم

“Bahwa nabi shallallahu alaihi wa sallam berbekam dalam keadaan beliau sedang ihram dan dalam keadaan beliau sedang puasa.”
(HR. al-Bukhari, no. 1938).

Dan juga hadis dari Abu Said al-Khudri,

رخص للصائم في الحجامة والقبلة

“Telah diberi keringanan bagi yang berpuasa untuk berbekam dan mencium istrinya.” (HR. at-Thabrani, dan ad-Daraquthni disahihkan oleh al-Albani didalam al-Irwa’, no. 931).

Hadis ini menghapus hukum yang telah disebutkan di dalam hadis,

أفطر الحاجم والمحجوم

“Telah batal puasa bagi orang yang membekam dan dibekam.”
(Disahihkan oleh syekh al-Albani di dalam al-Irwa’, no. 931).

Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah berkata,

فالحديث بهذه الطرق صحيح لا شكفيه , وهو نص فى النسخ , فوجب الأخذ به كما سبق عن ابن حزم رحمه الله

“Hadis yang menyebutkan tentang keringan bagi yang berpuasa untuk berbekam dengan dikumpulkan jalur-jalur periwayatannya adalah hadis yang shahih. Dan hadis tersebut menghapus hukum hadis yang menyebutkan batalnya puasa orang yang membekam dan dibekam. Maka wajib untuk beramal dengan hadis yang menghapus ini sebagaimana penjelasan ibnu Hazm yang telah lalu.” (al-Irwā’, no. 931).

Jika kondisi lemah pada siang hari sebaiknya tidak berbekam. Dan berbekam pada malam hari berdasarkan riwayat yang diceritakan oleh Tsabit al-Bunani rahimahullah beliau berkata,

سُئِلَ أنَسُ بنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عنْه: أكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ؟ قالَ: لَا، إلَّا مِن أجْلِ الضَّعْفِ

“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya, ‘Apakah kalian (yakni pada zaman Nabi) tidak menyukai berbekam bagi orang yang berpuasa?’ Beliau menjawab, ‘Tidak kecuali dalam kondisi lemah.'”
(HR. al-Bukhari, no. 1940).

Dari penjelasan ini semua, menjadi jelas bahwa berbekam tidak membatalkan puasa. Tetapi, jika seseorang dalam kondisi lemah pada siang hari, sebaiknya dia berbekam pada malam hari.

Wallahua’lam

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

DI ANTARA HIKMAH PUASA (Bag ke-3)

بسم الله الرحمن الرحيم

DI ANTARA HIKMAH PUASA
(Bag ke-3)

Asyaikh Abdullah Alu Bassam rahimahullah berkata,

ومنها حكم اجتماعية من اجتماعهم على عبادة واحدة في وقت واحد وصبرهم جميعا ، قويهم وضعيفهم ، شريفهم ووضعيهم، غنيهم وفقيرهم على معاناتها وتحملها مما يسبب ربط قلوبهم وتآلف أرواحهم ولم كلمتهم.

“Di antara hikmah puasa adalah terwujudnya persatuan, bersatunya kaum muslimin di atas ibadah yang satu dan pada satu waktu yang sama serta semua dari mereka bersabar, baik yang kuat, yang lemah, yang mulia, yang rendah, yang kaya dan yang miskin menanggungnya. Hal ini menyebabkan terikat dan bersatunya hati dan kalimat mereka.”

Sumber: Taisīr al-‘Allām, hlm. 330.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar.

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram:
https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

APAKAH TES SWAB MEMBATALKAN PUASA?

Pertanyaan:

Bismillah.

Afwan ustadz hafizhahumullah. Bagaimana hukumnya swab saat puasa?

Jazakallahu khairan.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah.

Telah ditanyakan pertanyaan ini kepada syekh Salim Bamuhriz hafizhahullah dengan pertanyaan,

Syaikhana semoga Allah menjaga anda, apakah tes swab membatalkan puasa?

Beliau menjawab:

“Yang nampak bagiku bahwa hal itu tidak membatalkan puasa. Semoga Allah memberkahimu.”

Sumber: https://bit.ly/3wKVHxf

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

DI ANTARA HIKMAH PUASA (Bag ke-2)

بسم الله الرحمن الرحيم

DI ANTARA HIKMAH PUASA
(Bag ke-2)

Asy-Syaikh Abdullah Alu Bassam rahimahullah berkata,

كما أنه سبب عطف بعضهم على بعض ورحمة بعضهم على بعض حينما يحس الغني ألم الجوع ولذع الظمع فيتذكر أن أخاه الفقير يعاني هذه الآلام دهره كله فيجود عليه من ماله بشيء

“Puasa menjadi sebab saling berkasih sayang di antara kaum muslimin. Tatkala orang kaya merasakan pedihnya lapar dan dahaga. Dia ingat bahwa saudaranya yang fakir merasakan penderitaan yang pedih ini sepanjang hidupnya, maka dengan sebab itu dia mendermakan dari sebagian hartanya untuknya.”

Sumber: Taisīr al-Allām, hlm. 330-331.

Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar.

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

ISTIRAHAT DI SETIAP EMPAT RAKAAT SALAT TARAWIH

بسم الله الرحمن الرحيم

ISTIRAHAT DI SETIAP EMPAT RAKAAT SALAT TARAWIH

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

التراويح هو قيام الليل في رمضان وسمي تراويح لأن الناس كانوا يطيلون القيام فيه والركوع والسجود فإذا صلوا أربعا استراحوا ثم استأنفوا الصلاة أربعا ثم استراحوا ثم صلو ثلاثا على حديث عائشة رضي الله عنها قالت: كان النبي صلى الله عليه وسلم لا يزيد في رمضان ولا غيره على إحدى عشرة ركعة يصلي أربعا فلا تسأل عن حسنهن وطولهن ثم يصلي أربعا فلا تسأل عن حسنهن وطولهن ثم يصلي ثلاثا

“Tarawih adalah salat malam pada bulan Ramadan. Dinamakan tarawih karena manusia memperlama berdiri, rukuk, dan sujud. Apabila telah menunaikan salat empat rakaat, mereka istirahat, kemudian memulai lagi salat empat rakaat, kemudian istirahat, kemudian salat tiga rakaat. Hal itu berlandaskan pada hadis ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menambah salat (malam) pada bulan Ramadan atau selainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat. Jangan engkau tanya tentang bagus dan lamanya. Kemudian beliau salat empat rakaat. Jangan engkau tanya tentang bagus dan lamanya. Setelah itu, beliau salat tiga rakaat’.”

Sumber: Al-Syarh al-Mumti‘, Jilid 4, hlm. 10–11.

Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com