DI ANTARA HIKMAH PUASA (Bag ke-5)

بسم الله الرحمن الرحيم

DI ANTARA HIKMAH PUASA
(Bag ke-5)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah berkata,

ثم ذكر تعالى حكمته في مشروعية الصيام فقال( لعلكم تتقون ) فإن الصيام من أكبر أسباب التقوى لأن فيه امتثال أمر الله واجتناب نهيه

“Kemudian Allah Ta’ala menyebutkan hikmah-Nya dalam pensyariatan puasa. Dia berfirman,

‘Agar kalian bertakwa.’

Sesungguhnya puasa itu termasuk sebab terbesar dari ketakwaan karena pada puasa itu terdapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.”

Sumber: Tafsir Surah al-Baqarah: 183.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar.

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram:
https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

DI ANTARA HIKMAH PUASA (Bag ke-4)

بسم الله الرحمن الرحيم

DI ANTARA HIKMAH PUASA
(Bag ke-4)

Asy-Syaikh Abdullah Alu Bassam rahimahullah berkata,

ومنها حكمة صحية فإن المعدة بيت الداء والحمية رأس الدواء ولا بد للمعدة أن تأخذ فترة استراحة واستجمام بعد تعب توالي الطعام عليها واشتغالها بإصلاحه .

“Di antara hikmah puasa adalah dari sisi kesehatan, sesungguhnya lambung itu menjadi sarang bagi penyakit dan diet merupakan obatnya yang paling penting. Dan lambung itu harus ada waktu istirahat setelah lelah menerima makanan yang masuk secara berturut-turut dan kesibukannya dalam mencerna makanan agar menjadi baik.”

Sumber: Taisīr al-‘Allām, hlm. 331.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar غفر الرحمن له.

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram:
https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

BOLEHKAH MEMBATALKAN PUASA KARENA SANGAT LELAH DAN HAUS ?

بسم الله الرحمن الرحيم

BOLEHKAH MEMBATALKAN PUASA KARENA SANGAT LELAH DAN HAUS ?

Asy-Syaikh Abdul Aziz ibnu Baz berkata,

إذا كان أفطر؛ لأنه لم يستطع الصوم لشدة الظمأ؛ بسبب الإرهاق الذي أصابه، وخاف على نفسه الموت أو مرضا شديدا فهذا له عذر، وليس عليه إلا أن يقضي اليوم بدل اليوم؛ 

“Apabila dia membatalkan puasanya karena tidak mampu meneruskannya, karena dahaga yang sangat disebabkan rasa lelah yang menimpanya dan dia khawatir terhadap kematian yang akan menimpa dirinya, atau khawatir akan terkena sakit yang parah, maka dia mendapat uzur dan tidak ada kewajiban lain baginya kecuali mengganti hari yang dia tidak berpuasa tersebut pada hari lain di luar bulan Ramadan.”

Sumber: Fatāwā Nūrun ‘Alā ad-Darb, jilid 16, hlm. 165.

Alih bahasa:
Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar غفر الرحمن له.

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram:
https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com