BERPUASA PADA TANGGAL 11 MUHARAM

Pertanyaan:

Bismillah.
Assalamu’alaikum. Afwan ustadz, izin bertanya. Apakah boleh jika kita berpuasa pada tanggal 10 Muharam, kemudian berpuasa pula tanggal 11 Muharam (karena terlewatkan pada tanggal 9)? Atau hanya tanggal 10 saja?

Mohon bimbingannya. Barakallahu fiikum.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman ibnu ‘Umar hafizhahullah.

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, pendapat yang ana lebih cenderung padanya adalah yang telah dikuatkan oleh Syekh Zakariya hafizhahullah bahwa,

“Cukup puasa tanggal 10 saja bagi yang terlewatkan tanggal 9.”

Karena tidak ada dalil dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa tanggal 11, untuk menetapkan suatu ibadah diperlukan dalil yang shahih dan jelas.

Tetapi bagaimana untuk menyelisihi kaum Yahudi?

Menyelisihi Yahudi dan Nasrani itu pada tanggal 9, bukan pada tanggal 11.

Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata,

حين صام رسول الله يوم عاشوراء وأمر بصيامه قالوا يا رسول الله إنه يوم يعظمه اليهود والنصارى فقال رسول الله فإذا كان العام المقبل إن شاء الله صمنا اليوم التاسع قال: فلم يأت العام المقبل حتى توفي رسول الله

Ketika Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam puasa pada hari Asyura dan memerintahkan untuk puasa pada hari itu, para sahabat berkata:

“Itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.”

Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Bila tiba tahun depan insyaallah kita akan puasa pada hari ke-9 (bulan Muharam).”

Ibnu ‘Abbas berkata:

“Namun belum sampai tahun depan kecuali Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam telah wafat terlebih dahulu.” (HR. Muslim no.1134).

Wallahua’lam

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *