MEMVIRALKAN SI PHP (PEMBERI HARAPAN PALSU) DALAM JUAL BELI

MEMVIRALKAN SI PHP (PEMBERI HARAPAN PALSU) DALAM JUAL BELI

Pertanyaan:

Bagaimanakah hukum memviralkan si PHP? Dengan niat supaya si PHP itu jadi viral dan tau rasa, dan supaya hati plong dari memendam rasa marah dengan si PHP dikarenakan dia sudah membohongi dan mengecewakan penjual.

Jazakallahu khairan.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman Ibnu Umar hafizhahullah.

Hendaknya dia bersabar dan tidak menyebarkan hal itu karena diharuskan dalam jual beli itu sifat sabar, sabar itu maknanya memendam emosi dari kedongkolan (perasaan kesal yang terpendam) di hati. Ketika seseorang marah, semestinya ditahan bukan dilepaskan dengan tujuan plong. Ingatlah, kesabaran itu keutamaannya sangat besar.

Wallahua’lam.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

PENGARUH AKHLAK PADA KEHORMATAN SESEORANG

Al-Imam Ibnu Hibban rahimahullah berkata,

حسن الخلق بذر اكتساب المحبة كما أن سوء الخلق بذر استجلاب البغضة ومن حسن خلقه صان عرضه ومن ساء خلقه هتك عرضه لأن سوء الخلق يورث الضغائن …إلخ

“Akhlak mulia merupakan benih untuk meraih kecintaan sebagaimana akhlak yang jelek merupakan benih yang mendatangkan kebencian. Barang siapa yang baik akhlaknya, maka dia telah menjaga kehormatannya dan barang siapa yang jelek akhlaknya, maka dia telah merendahkan kehormatannya karena akhlak yang jelek akan mewariskan kebencian.”

Sumber: Raudhatul ‘Uqalā’, jilid 1, hlm. 65.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga : DAMPAK BURUK DARI SIFAT TERBURU-BURU

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

JANGAN PUTUS HARAPAN DALAM DOAMU

بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata,

فما دام العبد يلح فى الدعاء، ويطمع فى الإجابة غير قاطع الرجاء فهو قريب من الإجابة، ومن أدمن قرع الباب يوشك أن يفتح له.

“Selama seorang hamba memohon dengan sangat di dalam doanya, sangat berharap dikabulkan dan tidak putus harapannya, maka doa tersebut besar harapan akan terkabul. Seorang yang sangat berharap, tentu dia akan mengetuk pintu itu, dia berharap akan dibukakan untuknya.”

Sumber: Asbāb al-Maghfirah, jilid, 1, hlm. 2.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga : HUKUM BERDOA DENGAN DOA YANG ADA DALAM AL-QUR’AN KETIKA SUJUD

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

DAMPAK BURUK DARI SIFAT TERBURU-BURU

بسم الله الرحمن الرحيم

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

الإنسان لا يتعجل، والعجلة – كما قلنا من الشيطان: هي المبادرة بالإقدام بدون تفكير ولا ترو، وكم من إنسان تعجل بدون تفكير ولا ترو فندم ولهذا من الأمثال المضروبة: في التأني السلامة وفي العجلةالندامة

“Hendaknya seseorang tidak tergesa-gesa, sifat tergesa-gesa ini datangnya dari setan, yaitu bergegas dalam suatu tindakan tanpa berpikir dan mempertimbangkan. Betapa banyak orang yang terburu-buru tanpa berpikir dan mempertimbangkan urusannya, dengan sebab itu dia menjadi menyesal, oleh karena itu disebutkan dalam pepatah yang memisalkan hal ini, ‘pada sikap tenang terdapat keselamatan dan pada sikap tergesa-gesa terdapat penyesalan’.”

Sumber: Fath Dzī al-Jalāli wal Ikrām, jilid 6, hlm. 411.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga : NAK, SIAPA DIA?

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

HUKUM MENGUCAPKAN SALAM KEPADA ORANG YANG TIDAK DIKENAL

بسم الله الرحمن الرحيم

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata,

إذا كان البلد أكثر من فيها غير مسلمين فهنا لا يسلم اعتبارا بالأكثر حتى يعرف أنه من المسلمين وأما إذا كان الأمر بالعكس أكثر من في البلد مسلمون فإنه يسلم لأنه لم يتعمد مخالفة النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم وإذا تساوى الأمران تجاذب هنا حق المسلم وعدم حق الكافر فيكون في هذا الحال مخيرا إن شاء سلم وإن شاء لم يسلم ولهذا كان في عهد الصحابة والخلفاء الراشدين الكافر يتميز عن المسلم باللباس وبركوب الدابة…

“Apabila di daerah tersebut kebanyakan orang di dalamnya bukan muslimin, maka jangan mengucapkan salam karena yang diambil adalah hukum kebanyakan sampai diketahui bahwa orang ini dari kalangan muslimin. Adapun jika keadaan yang terjadi sebaliknya, maka hendaknya dia mengucapkan salam karena dia tidak menyengaja ingin menyelisihi Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Apabila di daerah tersebut sama banyaknya antara muslimin dan selain muslimin, maka diambil hukum hak muslim bukan hak kafir, maka dalam keadaan seperti ini boleh dia mengucapkan salam, dan boleh juga tidak. Oleh karena ini pada masa para sahabat dan masa Abu Bakr, Umar, Usman, dan Ali, orang kafir terbedakan dengan muslimin dengan baju dan mengendarai hewan tunggangan.”

Sumber: Fatāwā Nūrun ‘Alā ad-Darb, jilid 24, hlm. 2.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga : EMPAT KEUTAMAAN MENYEBARKAN SALAM

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

TATKALA DOSA DIANGGAP KECIL

Al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata,

ومن الأسباب التي تعظم الصغائر أن يستصغر الذنب، فإن الذنب كلما استعظمه العبد، صغر عند الله تعالى، وكلما استصغره العبد، كبر عند الله تعالى، فإن استعظامه يصدر عن نفور القلب منه وكراهيته له.

“Di antara sebab-sebab yang menjadikan besar dosa-dosa kecil adalah seseorang menganggap kecil dosa-dosa tersebut. Sesungguhnya dosa itu semakin seorang hamba menganggapnya besar, maka akan menjadi kecil di sisi Allah. Demikian sebaliknya, semakin dia menganggapnya kecil, maka akan menjadi besar di sisi Allah Ta’ala karena sesungguhnya tatkala dia menganggapnya besar, hal itu muncul dari kebencian dari hatinya terhadap dosa tersebut.”

Sumber: Mukhtashar Minhāj al-Qāshidīn, jilid 1, hlm. 258.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga: KITA HARUS LEBIH TAKUT TERHADAP DOSA-DOSA KITA

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

TATKALA HAMBA TERJATUH KEDALAM DOSA

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali berkata,

فمن أعظم أسباب المغفرة أن العبد إذا أذنب ذنبا لم يرج مغفرته من غير ربه ويعلم أنه لا يغفر الذنوب ويأخذ بها غيره.

“Termasuk dari sebab ampunan terbesar adalah seorang hamba apabila melakukan perbuatan dosa, tidaklah dia berharap ampunan kepada selain Rabbnya dan dia meyakini bahwa tidak ada yang mengampuni dan menghukumnya disebabkan dosa-dosa tersebut melainkan Dia.”

Sumber: Asbāb al-Maghfirah, jilid 1, hlm. 2.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga : BERSEMANGATLAH MENDIDIK ANAK-ANAKMU

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

NASIHAT INDAH DALAM MENCARI REZEKI

بسم الله الرحمن الرحيم

Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz berkata,

فالمؤمن يطلب الرزق من عند الله، ويفعل الأسباب: نجارة، حدادة، خرازة، تجارة، زراعة، وغير ذلك، فيطلب الرزقَ بالأسباب المباحة حتى يستغني عمَّا في أيدي الناس، ويحرص على القناعة، وعدم التَّكلف، وعدم الإسراف، وعدم التَّبذير، حتى ينفعه القليل.
يقول ﷺ: ليس الغِنَى عن كثرة العَرَض، ولكن الغِنَى غنى النفس، فكم من إنسانٍ عنده الأموال الكثيرة، وهو فقير القلب، فالغنى غنى النفس -غنى القلب- وليس كثرة الأموال، مَن أغنى اللهُ قلبَه فهو الغني، فينبغي للمؤمن أن يكون قنوعًا، غني القلب، لا ينظر إلى ما في أيدي الناس، بل يتسبب ويطلب الرزق من عند الله، ويرضى بالقليل ويقنع، حتى يُفَرِّج الله الأمور.

“Seorang mukmin meminta rezeki kepada Allah dan menjalankan sebab-sebab sebagai bentuk ikhtiar, dia bekerja mungkin menjadi tukang kayu, tukang besi, penjahit, berniaga, bertani, dan selain itu dari pencarian yang halal. Dia mencari rezeki dengan menjalankan sebab-sebab yang dibolehkan syariat. Sehingga dengan sebab itu, dia tidak meminta-minta kepada manusia, hendaknya dia bersemangat untuk memiliki sifat merasa cukup terhadap rezeki yang didapat, tidak berlebihan, tidak melampaui batas, dan melakukan pemborosan. Sehingga dengan sebab itu, sesuatu yang sedikit menjadi bermanfaat baginya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, tetapi kekayaan itu kaya hati.’

Betapa banyak manusia yang banyak hartanya tetapi hatinya fakir, tolok ukur kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati bukan kaya harta. Semestinya bagi seorang mukmin memiliki sifat merasa cukup yang tinggi, kaya hati, tidak memandang sesuatu yang di tangan manusia. Bahkan hendaknya dia berikhtiar menjalankan sebab, meminta rezeki kepada Allah, rida, dan menerima jika mendapatkan sedikit sampai Allah mudahkan urusan-urusannya.”

Sumber: https://binbaz.org.sa/audios/2505/182

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga : PENGARUH AMAL SALEH BAGI HATI

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

BETAPA PENTINGNYA SIFAT MALU

سم الله الرحمن الرحيم

Al-Imam Ibnu Hibban rahimahullah berkata,

فإذا لزم المرء الحياء كانت أسباب الخير منه موجودة كما أن الواقح إذا لزم البذاء كان وجود الخير منه معدوما وتواتر الشر منه موجودا لأن الحياء هو الحائل بين المرء وبين المزجورات كلها فبقوة الحياء يضعف ارتكابه إياها وبضعف الحياء تقوى مباشرته إياها ولقد أحسن الذي يقول … ورب قبيحة ما حال بيني … وبين ركوبها إلا الحياء
فكان هو الدواء لها ولكن … إذا ذهب الحياء فلا دواء …

“Jika seseorang selalu menetapi rasa malu, maka sebab-sebab kebaikan itu telah ada pada dirinya. Sebagaimana seseorang yang tidak memiliki sifat ini, jika selalu menetapi perbuatan yang jelek, maka kebaikan itu tidak ada pada dirinya dan kejelekan yang berturut-turut akan menyertainya.

Rasa malu itulah yang akan menghalangi antara seseorang dan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah. Disebabkan oleh kuatnya rasa malu, akan melemah keinginannya untuk melakukan perkara yang diharamkan tersebut. Disebabkan oleh lemahnya rasa malu, menjadi kuatlah keinginan untuk melakukan perkara tersebut.

Alangkah bagusnya ucapan seorang yang mengatakan, ‘Betapa banyak kejelekan. Tidaklah yang menghalangi antara aku dan melakukannya melainkan rasa malu. Rasa malu yang menjadi obatnya. Apabila rasa malu itu telah tiada, maka sudah tidak ada lagi obatnya.'”

Sumber: Raudhah al-‘Uqālā’, Jilid 1, hlm. 58.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga : SEBARKANLAH ILMU DI SETIAP KESEMPATAN

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

NAK, SIAPA DIA?

بسم الله الرحمن الرحيم

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata,

فعلى الوالد أن يسأل: من أصحاب الولد، أهم من السفهاء أم من الراشدين، فإذا كانوا من السفهاء حجب ولده عنهم بكل ما يستطيع من ترغيب أو ترهيب، وإذا كانوا من الراشدين حثه على ملازمتهم وعلى التخلق بأخلاقهم؛ لأن الجليس له أثر بالغ.

“Wajib bagi orang tua untuk bertanya; siapa teman-teman sang anak, apakah mereka orang-orang jelek atau orang-orang terbimbing. Apabila mereka termasuk orang-orang jelek, maka hendaknya dia menghalangi anaknya dari mereka sesuai dengan segala kemampuannya berupa anjuran untuk meninggalkan mereka atau menyampaikan bahaya berteman dengan mereka. Apabila mereka termasuk dari orang-orang yang terbimbing, maka hendaknya dia menganjurkan anaknya untuk berteman dengan mereka, berakhlak seperti akhlak mereka, karena teman itu memberikan pengaruh yang sangat kuat.”

Sumber: Al-Liqā’ asy-Syahrī, jilid 48, hlm. 3.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga : KEUTAMAAN MEMBACA ALQURAN DENGAN TADABUR

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com