HUKUM MEMAKAI BAJU ATAU JUBAH WARNA MERAH

HUKUM MEMAKAI BAJU ATAU JUBAH WARNA MERAH

Pertanyaan:

Bismillahirrahmanirrahiim.
Ustadz, ana ingin menanyakan hukum memakai baju atau jubah berwarna merah?

Jazakumulllahu khairan ya ustadz.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman Ibnu Umar hafizhahullah.

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang mengenakan pakaian berwarna merah, di antara mereka ada yang melarang secara mutlak, ada yang merinci bahwa yang dilarang tersebut adalah yang murni merah tanpa ada campuran dan ada yang membolehkan. Pendapat yang kuat wal’ilmu ‘indallah adalah boleh karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengenakan pakaian merah, dalilnya adalah hadis yang disebutkan di dalam Shahih al-Bukhari no. 3.551.

عن البراء بن عازب رضي الله عنه قال: “كان النبي صلى الله عليه وسلم مربوعاً بعيد ما بين المنكبين، له شعر يبلغ شحمة أذنه، رأيته في حلة حمراء لم أر شيئاً قط أحسن منه”،

“Dari al-Barra’ ibnu Azib radhiyallahu anhu berkata, ‘Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah seorang yang berbadan sedang, kedua bahunya bidang sedangkan rambutnya sampai menyentuh daun telinganya. Aku melihat beliau mengenakan pakaian merah, belum pernah aku melihat seorang sama sekali yang lebih tampan dari beliau.”

Dan disebutkan di dalam Sunan Abi Dawud, hadis dari Hilal bin Amir dari ayahnya,

رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يخطب بمنى على بعير وعليه برد أحمر وإسناده حسن

“Aku melihat Nabi shallallahu alaihi wa sallam di Mina berkhotbah di atas untanya dan beliau mengenakan pakaian merah.”

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata,

“Hadis ini sanadnya hasan.” (Fath al-Bārī, jilid 10, hlm. 305.).

Adapun hadis,

مرَّ علَى النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ رجلٌ عليهِ ثوبانِ
أحمرانِ فسلَّمَ عليهِ فلم يردَّعليهِ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpapasan dengan seseorang yang padanya terdapat dua baju yang berwarna merah, orang itu mengucapkan salam kepada beliau dan disebabkan hal itu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menjawab salamnya.”

Hadis ini dinyatakan daif (lemah) oleh Syekh al-Albani di dalam Dha’if Abi Dawud, no. 4.069.

Adapun hadis,

إنَّ الحُمرةَ مِن زينةِ الشَّيطانِ ، وإنَّ الشَّيطانَ يحبُّ الحُمرةَ

“Sesungguhnya warna merah adalah perhiasan setan dan setan menyukai warna merah.”

Hadis ini dikeluarkan oleh Abdurrazaq, no. 19.965 dari Ma’mar, dari seorang laki-laki, dari al-Hasan. Akan tetapi, hadis ini mursal, tidak sampai kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam disebutkan oleh Syekh al-Albani di dalam adh-Dha’ifah, no 4.331.

Oleh karena itu, asy-Syaikh Abdul Aziz ibnu Baz berkata,

الذي يظهر أن لِبس الأحمر جائز؛ لأنها أصح، أحاديث لِبس الأحمر أصح وأثْبَت.

“Yang nampak adalah bahwa mengenakan pakaian merah adalah boleh karena hadis-hadisnya lebih sahih. Hadis-hadis yang menyebutkan tentang bolehnya berpakaian merah lebih sahih dan lebih kuat.” (Fatāwā ad-Durūs).

https://binbaz.org.sa/fatwas

Wallahua’lam

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

MENCUKUPKAN DIRI DENGAN BEBERAPA BACAAN ZIKIR SAJA UNTUK ZIKIR PAGI & PETANG

MENCUKUPKAN DIRI DENGAN BEBERAPA BACAAN ZIKIR SAJA UNTUK ZIKIR PAGI & PETANG

Pertanyaan:

Bismillah.
Afwan ustadz izin bertanya. Bolehkah kita berzikir pagi dan sore hanya membaca bacaan:

اللّٰهم بك أصبحنا و بك أمسينا و بك نحيا و بك نموت و إليك النشرور.
(zikir pagi)

اللّٰهم بك أمسينا و بك نحيا و بك نموت و إليك المصير.
(zikir sore)

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman Ibnu ‘Umar hafizhahullah.

Dari sisi boleh, (yang demikian itu) boleh. Akan tetapi, alangkah merugi dan bakhilnya dia jika tidak ada uzur, karena keutamaan zikir pagi dan petang sangatlah besar seperti di antaranya sayyidul istighfar:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَ أَنَا عَبْدُكَ وَ أَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَ وَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَ أَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janji-Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang bisa mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

من قالها من النهار موقنا بها فمات من يومه قبل أن يمسي فهو من أهل الجنة و من قالها من الليل و هو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة . ‌

“Barang siapa mengucapkannya ketika zikir pagi dalam keadaan yakin dengannya, kemudian dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga. Barang siapa yang mengucapkannya ketika zikir sore dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum subuh, maka ia termasuk penduduk surga.” (Shahih al-Adabul Mufrad, no.483).

Jika misalkan seseorang sibuk, maka pilihlah yang keutamaannya sangat besar dari zikir-zikir pagi dan petang.

Wallahua’lam.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

BOS KU MODAL USAHANYA DARI BANK RIBAWI, APAKAH GAJI YANG KUTERIMA DARINYA HALAL?

BOS KU MODAL USAHANYA DARI BANK RIBAWI, APAKAH GAJI YANG KUTERIMA DARINYA HALAL?

Pertanyaan

Bismillah
izin bertanya ustadz

Seorang karyawan penjualan selimut bekerja pada bossnya. dia tahu bahwa modal bosnya itu dari hutang ribawi. Pertanyaannya, Bagamana hukum pekerjaan tersebut, dan hasil yang didapatnya apakah termasuk penghasilan yang halal..? Jazakallahu khoir

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman Ibnu ‘Umar hafizhahullah

Pekerjaan seorang karyawan tersebut halal secara asalnya. Adapun muamalah bosnya, maka dosanya kembali kepadanya dan tidak berpengaruh kepada karyawannya, karyawan tersebut memberikan jasanya kemudian dia mengambil upah disebabkan hal itu, hanya sebatas itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam hidupnya pernah bermuamalah dengan orang-orang Yahudi, sedangkan mereka dikenal memakan harta dengan cara riba sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam al-Quran

وَأَخْذِهِمُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَقَدْ نُهُوا۟ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا ۝١٦١

dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

Barakallahu fiykum

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

HUKUM BERDOA DENGAN DOA YANG ADA DALAM AL-QUR’AN KETIKA SUJUD

HUKUM BERDOA DENGAN DOA YANG ADA DALAM AL-QUR’AN KETIKA SUJUD

Pertanyaan:

Bismillah. Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh.

Afwan ustadz hafizhakumullahu, ana izin bertanya. Bolehkah kita berdoa dengan doa yang ada di ayat al-Qur’an pada waktu sujud?

Jazakumullahu khairan.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Sholeh al-Maydaniy hafizhahullah.

Boleh berdoa dengan doa-doa yang ada dalam al-Qur’an, jika memang untuk berdoa, bukan untuk membaca al-Qur’an. (Fatwa Syaikh Bin Baz)

Wallahua’lam.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

BOLEHKAH JUAL BELI KURMA DENGAN PEMBAYARAN DITUNDA?

BOLEHKAH JUAL BELI KURMA DENGAN PEMBAYARAN DITUNDA?

Pertanyaan:

Afwan ustadz, bagaimana dengan jual beli kurma yaa ustadz. Ana pernah tau cukup banyak jual beli kurma yang sistem pembayarannya ditunda ustadz, yakni uang ditransfer setelah barang dikirim atau sampai ke tangan pembeli. Boleh tidak ya ustadz?

Jazakumullahu khayra yaa ustadz.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman Ibnu ‘Umar hafizhahullah

Adapun jual beli kurma, syaīr (jenis gandum) dan garam boleh dalam bentuk hutang dan tidak mesti serah terima di tempat, seperti seseorang membeli kurma dan uangnya ditransfer kemudian barangnya dikirim atau mengambil kurmanya dulu dalam bentuk hutang, kemudian membayarnya ketika dimudahkan. Syekh Fuad az-Zintani hafizhahullah memberikan faedah,

هنا بيع التمر بالدراهم او الدولار لا يدخل في الربا لان العلة ليست واحدة وكذلك النبي صلى الله عليه وسلم اباح بيع السلم وهو بيع القمح مثلا بالدراهم ولا يوجد تقابض فما دام العلة والجنس مختلفان فيجوز

“Jual beli kurma dengan dirham, dolar (atau mata uang lainnya) tidak termasuk dalam unsur riba karena ‘illah-nya (sebab tetapnya hukum) berbeda. Demikian pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan jual beli sistem salam (uang di muka dan penyerahan barang di akhir), yaitu jual beli gandum contohnya, dengan alat tukar dirham dan tentu tidak ada serah terima langsung (dalam hal ini). Selama ‘illah dan jenisnya berbeda, maka hukumnya boleh.”

Demikian pula disebutkan di dalam Shahih al-Bukhari, no. 2916.

تُوُفِّيَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ودِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ يَهُودِيٍّ، بثَلَاثِينَ صَاعًا مِن شَعِيرٍ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dalam keadaan baju besinya tergadai di sisi seorang Yahudi agar mendapat pinjaman 30 sha’ dari sya’ir.”

Oleh karena itu, boleh meminjam tiga jenis di atas dan tidak diharuskan serah terima di tempat ketika jual beli tiga jenis tersebut, jika alat tukarnya uang.

Wallahua’lam

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

ADAKAH WARISAN DARI MANTAN SUAMI YANG TELAH MENINGGAL

ADAKAH WARISAN DARI MANTAN SUAMI YANG TELAH MENINGGAL

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Afwan ustadz, ana mau bertanya. Jika seorang istri telah dicerai oleh suaminya, apakah saat mantan suaminya meninggal sang istri itu masih dapat warisan peninggalannya? Karena rumah itu dibeli mantan suaminya saat keduanya masih dalam status pernikahan.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman ibnu ‘Umar hafizhahullah.

Wa’alaykumussalam warahmatullah.

Istri yang sudah dicerai dan sudah selesai masa idahnya, tidak ada hubungan lagi dengan laki-laki tersebut yang menjadi mantan suaminya.

Allahua’lam.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

CARA MELAWAN SETAN

CARA MELAWAN SETAN

Pertanyaan:

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Afwan ustadz. Apakah setan itu bisa membunuh kita? Bagaimana cara kita melawannya mengingat kita banyak dosa dan maksiat? Setan itu lemah kan?

Jazakumullahu khairan wa barakallahufiikum. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman ibnu ‘Umar hafizhahullah.

Wa’alaykumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

Setan bisa mendatangkan mudarat kepada manusia, bahkan sampai membunuh dengan izin Allah. Cara untuk melawannya adalah dengan banyak berzikir dengan zikir yang dibimbing oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu zikir pagi dan petang, sebelum tidur, bangun tidur, dan pada setiap keadaan. Zikir itu merupakan tameng bagi seorang mukmin.

Barakallahu fiykum.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

HUKUM BELI EMAS SECARA ONLINE

HUKUM BELI EMAS SECARA ONLINE

Pertanyaan

Bismillah, tanya lagi ustad

Apa hukumnya beli emas tunai tanpa cicilan tapi online seperti beli di website resmi Antam?

Prosedur pembelian:

  1. Pembeli membayar dengan cara transfer
  2. Barang diambil paling cepat keesokan harinya

Sebenarnya pihak penjual juga menerima pembayaran dan serah terima barang langsung di tempat saat itu juga, namun berhubung sedang terjadi pandemi, untuk menghindari kerumunan, maka cara pembayaran tersebut ditiadakan.

Jazaakumullahu khayran wa baarakallahu fiikum atas jawabannya

Jawaban

Oleh: al-Ustadz Abu Ahmad Purwokerto hafizhahullah

Jual beli emas seperti ini tidak diperbolehkan karena ada jeda antara pemberian uang oleh pembeli dengan pemberian emas oleh penjual.

Emas harus langsung diserahkan di majelis ketika uang telah diterima. Ini yang diistilahkan dengan “Yadan bi Yadin” (tangan dengan tangan) yaitu harus kontan, sama-sama menyerahkan di majelis tidak ditunda.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

MEMBACA AL-QUR’AN LEWAT HANDPHONE

MEMBACA AL-QUR’AN LEWAT HANDPHONE

Pertanyaan:

Bismillah.
Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh. Baarakallaahufiykum wa hafidzhakumullah.

Afwan ustadz, bagaimana hukumnya jika seseorang membaca surah al-Kahfi sebelumnya di rumahnya, kemudian ketika di masjid, dia membacanya lewat handphone?

Jazakumullahu khayra.

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman ibnu ‘Umar hafizhahullah.

Kalau pahala membaca berdasarkan hadis keutamaan membaca al-Qur’an, perhurufnya mudah-mudahan dia tetap mendapat pahala. Akan tetapi, ketika di masjid dia kehilangan keutamaan yang sangat besar, yaitu membaca dengan mushaf.

Jadi yang ana pahami dari pertanyaan antum ini, dia di rumah membaca dengan mushaf dan di masjid membaca dengan HP.

Membaca lewat HP tidak sama dengan membaca lewat mushaf.

Dari sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang ingin mendapatkan cinta Allah dan Rasul-Nya, maka hendaklah ia membaca (al-Qur’an) dengan mushaf.”

Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim di dalam al-Hilyah (7/209) dan yang lainnya.

🖊 Hadis ini dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah di dalam as-Silsilah ash-Shahihah no.2342.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

HUKUM MEMBAGIKAN FOTO PERNIKAHAN TANPA SEPENGETAHUAN PEMILIKNYA

Pertanyaan:

Bismillah. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada kita semua. Izin bertanya ustadz, apa hukumnya men-share atau membagikan foto pernikahan di sosial media tanpa sepengetahuan atau izin dari pemilik foto tersebut?

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail ‘Abdurrahman ibnu ‘Umar hafizhahullah.

Tidak boleh, terlebih lagi foto makhluk hidup, haram hukumnya.

Wallahua’lam.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail