FAEDAH PENTING TENTANG KURBAN DAN AKIKAH

بسم الله الرحمن الرحيم

FAEDAH PENTING TENTANG KURBAN DAN AKIKAH

  1. Jenis hewan yang dijadikan akikah dan kurban
  2. Hukum akikah atau berkurban dengan hewan betina

Saudara-saudara sekalian perlu kita ketahui bahwa berkurban harus dengan bahimatul an-‘ām dan akikah menurut pendapat yang kuat harus dengan kambing, bolehkah berkurban atau akikah dengan hewan betina? Mari kita simak penjelasan ulama berikut ini.

Akikah tidak boleh melainkan harus dengan kambing, karena Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan dengan kambing. Ini yang dipahami oleh Ummul Mukminin Aisyah  radhiyallahu ‘anha.

عَنْ عَطَاءٍ قَالَ: قَالَتِ امْرَأَةٌ عِنْدَ عَائِشَةَ: لَوْ وَلَدَتِ امْرَأَةُ فَلَانٍ نَحْرَنَا عَنْهُ جَزُورًا. قَالَتْ عَائِشَةُ: لاَ، وَلَكِنَّ السُّنَّةَ عَنِ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ وَاحِدَةٌ

Dari ‘Atha’, seseorang berkata di hadapan Aisyah, “Seandainya istri si anu melahirkan, kami akan menyembelihkan seekor unta untuknya.” Aisyah berkata, “Tidak, yang sesuai dengan sunah (ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) untuk anak laki-laki dua ekor kambing, sedangkan untuk anak wanita satu ekor.”

Asy-Syaikh al-Albani mengatakan,

وقولها “لا” فإنه صريح في أنه لا تجزئ العقيقة بغير الغنم

“Ucapan Aisyah, ‘Tidak’, merupakan penegasan bahwa akikah tidak sah dengan selain kambing.” (Ash-Shahihah, no. 2720).

Adapun untuk kurban, maka Allah Ta’ala telah menerangkan,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut Nama Allah terhadap bahimatul an-‘ām yang telah direzekikan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34).

Yang dimaksud dengan bahimatul an-‘ām atau al-ān’am adalah unta, sapi, dan kambing dengan segala macam jenisnya.

al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,

فَشَرْطُ الْمُجْزِئِ فِي الْأُضْحِيَّةِ أَنْ يَكُونَ مِنْ الْأَنْعَامِ وَهِيَ الْإِبِلُ وَالْبَقَرُ وَالْغَنَمُ… وَسَوَاءٌ الذَّكَرُ وَالْأُنْثَى مِنْ جَمِيعِ ذَلِكَ وَلَا خِلَافَ فِي شئ مِنْ هَذَا عِنْدَنَا

“Syarat sah pada hewan kurban adalah termasuk dari al-ān’am yaitu unta, sapi dan kambing… baik jantan maupun betina dari semua jenis hewan tersebut dan tidak ada perbedaan pendapat tentang hal ini di dalam mazhab kami.” (al-Majmu’, jilid 8, hlm. 393).

Boleh menggunakan hewan betina baik untuk akikah atau pun kurban. Al-Imam an-Nawawi pun menjelaskan,

قال النبي صلى الله عليه وسلم “على الغلام شاتان وعلى الجارية شاة لا يضركم ذكرانا كن أو أناثا ” وإذا جاز ذلك في العقيقة بهذا الخبر دل على جوازه في الأضحية ولأن لحم الذكر أطيب ولحم الأنثى أرطب

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Untuk anak laki-laki akikah dengan dua kambing dan anak perempuan dengan satu kambing, tidak mengapa menggunakan kambing jantan atau pun betina’. Apabila ini dibolehkan dalam hal akikah dengan berlandaskan hadis ini, maka menunjukkan boleh juga dalam hal berkurban karena daging hewan jantan lebih bagus dan daging hewan betina lebih segar.” (al-Majmu’, jilid 8, hlm. 393).

Adapun dari sisi mana yang lebih utama, maka hewan jantan lebih utama untuk kurban karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban dengan hewan jantan, al-Hafizh Ibnu Hajar tatkala menerangkan hadis yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban dengan dua kambing jantan yang bertanduk, beliau menyebutkan,

وفيه أن  الذَّكَرَ فِي الْأُضْحِيَّةِ أَفْضَلُ مِنَ الْأُنْثَى

“Di dalam hadis ini diambil faedah bahwa hewan jantan lebih utama daripada hewan betina untuk berkurban.” (Fath al-Bārī, jilid 10, hlm. 11).

Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk akikah yang wajib adalah menggunakan kambing, baik kambing jantan maupun betina, dua-duanya sah. Adapun untuk berkurban maka yang wajib adalah menggunakan al-ān’am yaitu unta, sapi, atau kambing; baik hewan jantan atau pun betina, dua-duanya sah, namun yang afdal adalah hewan jantan. Oleh karena ini antara kurban dan akikah ada sisi kesamaan dan perbedaan, sisi kesamaannya adalah akikah dan kurban boleh hewan jantan maupun betina, sisi perbedaannya adalah kurban harus dengan bahimatul an-‘ām sedangkan akikah harus dengan kambing.

Demikian pembahasan ini dikumpulkan semoga bermanfaat untuk kaum muslimin secara umum.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

✍🏻 Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga: JANGAN PERNAH BERHENTI BERTOBAT

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *