HAL LAIN YANG TERKAIT DENGAN HEWAN KURBAN

بسم الله الرحمن الرحيم

Pada subjudul ini kita akan menyebutkan beberapa pembahasan lain yang masih berkaitan dengan hewan kurban. Ada beberapa pembahasan yang akan kita lewati di antaranya:

  1. Apakah wajib berkurban di tempat mukim dan apakah boleh seseorang berkurban di luar daerahnya? Yang afdal adalah seseorang berkurban di daerahnya. Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,

الْأَفْضَلُ أَنْ يُضَحِّيَ فِي دَارِهِ بِمَشْهَدِ أَهْلِهِ هكذا قاله أصحابنا

“Yang afdal adalah seseorang berkurban di tempat mukimnya dengan disaksikan keluarganya. Demikianlah pendapat mazhab kami.” (Al-Majmu’, Jilid 8, hlm. 425).

Hal itu karena tatkala seseorang berkurban di selain tempatnya, akan luput sunah memakan kurban tersebut bersama keluarganya. Syekh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin ‘ berkata,

فالأفضل لمن أراد أن يضحي عن أهله وعنه أن يضحي في مكان إقامتهم جميعًا؛ ليأكلوا منها جميعًا

“Yang afdal bagi orang yang hendak berkurban untuknya dan keluarganya adalah hendaknya dia berkurban di tempat mereka mukim agar semua bisa memakannya” (Majmu’ al-Fatawa, Jilid 25, hlm. 92).

Bagaimana jika seseorang tinggal di negara atau daerah kafir yang sulit dijumpai di dalamnya orang-orang muslim, apakah boleh dia berkurban di negara atau daerah lain agar bisa dibagi-bagikan kepada muslimin? Syekh ‘Abdul’aziz bin Baz rahimahullah mengatakan,

لا مانع في ذلك إن أرسلها تذبح هناك، هذا حسن بواسطة الثقات، وإن أرسل قيمتها فلا بأس، لكن كونه يذبحها عنده إذا تيسر من يأكلها من أصحابه وإخوانه أفضل، يقيم السنة في محله عند الجاليات الإسلامية، ويهدي لإخوانه الطلبة والمسلمين، ويهدي منها إلى الكفار، ما فيه بأس إذا كانوا غير محاربين للإسلام؛

“Tidak mengapa jika dia lakukan hal itu. Dia mengirim hewan kurban supaya disembelih di sana. Yang demikian ini bagus jika dengan perantara orang-orang yang terpercaya. Adapun jika dia mengirimkan uang untuk dibeli dan dikurbankan di sana, tidak mengapa. Namun, jika dia sembelih di tempatnya dan jika dimudahkan sahabat-sahabat dan saudara-saudaranya menyantapnya, maka yang demikian afdal. Dia menegakkan sunah di tempatnya di komunitas Islam. Dia hadiahkan teruntuk saudara-saudaranya dari kalangan penuntut ilmu dan muslimin. Boleh dia hadiahkan kurban tersebut kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi islam.” (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, Jilid 18, hlm. 206).

Beliau pun menerangkan dalam kesempatan yang lain,

إذا ضحى في بيته وأكل منها ووسع على من حوله كان أفضل تأسيًا بالنبي
صلى الله عليه وسلم

“Apabila seseorang berkurban di tempatnya, dia makan dan bagi-bagikan kepada orang-orang sekitarnya, maka yang demikian ini afdal karena meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, Jilid 18, hlm. 207).

Kesimpulannya, yang afdal adalah seseorang berkurban di tempat mukimnya meskipun boleh dia berkurban di tempat lain karena suatu hal.

  1. Bolehkah menggabungkan antara niat kurban, akikah, dan walimah dalam satu resepsi untuk tiga jenis ibadah? Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Pendapat yang kuat–wal-’ilmu ‘indallah–tidak boleh karena masing-masing ibadah tersendiri. Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah menerangkan,

لَوْ نَوَى بِشَاةٍ الْأُضْحِيَّةَوَالْعَقِيقَةَ لَمْ تَحْصُلْ وَاحِدَةٌ مِنْهُمَا وهو ظاهر لأن كلا منهما سنة مقصودة

“Jika seseorang berniat dengan kambingnya untuk berkurban dan akikah, tidaklah bisa tercapai. Inilah yang tampak karena masing-masing dari keduanya sunah yang dituju (secara sendiri-sendiri).” (Tuhfah al-Muhtaj, Jilid 9, hlm. 369–370).

Syekh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan,

لو لم يعين الأضحية وأراد أن يجمع في شاة واحدة أضحية ووليمة فلا يجوز ذلك، وإن كان قياس كلام ابن القيم جواز ذلك، حيث أجاز رحمه الله الجمع بين نية الأضحية والعقيقة في شاة واحدة، وفي كلامه نظر، لاختلاف الحكم بين الأضحية والعقيقة، واختلاف السبب أيضا، فالصحيح عدم الجواز في الجمع بين نية الأضحية والعقيقة، وكذلك بين نية الأضحية والوليمة

“Jika seseorang belum menentukan kurban dan dia ingin menggabungkan niat dengan satu kambing untuk kurban dan walimah, maka yang demikian itu tidak boleh meskipun kias dari ucapan Ibnul Qayyim menyebutkan akan bolehnya hal itu. Beliau berpendapat bolehnya menggabungkan niat kurban dan akikah dengan satu kambing. Namun, pendapat beliau ini perlu ditinjau lagi karena antara akikah dan kurban hukum dan sebabnya berbeda. Pendapat yang benar adalah tidak boleh menggabungkan antara niat kurban dan akikah. Demikian pula antara niat kurban dan walimah.” (Majmu’ al-Fatawa, Jilid 25, hlm.107).

  1. Tatkala seseorang menyembelih hewan kurbannya sendiri, maka yang demikian afdal. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

وإن ذبحها بيده كان أفضل لأن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أقرنين أملحين ذبحهما بيده

“Jika seseorang menyembelihnya dengan tangannya sendiri, maka yang demikian itu afdal karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban dengan dua kambing bertanduk yang putih kehitam-hitaman dan beliau sembelih dengan tangannya.” (Al-Mughni, Jilid 9, hlm. 455–456).

Namun, boleh dia mencari ganti karena mungkin belum ahli dalam penyembelihan. Ibnu Qudamah rahimahullah menerangkan,

فإن استناب فيها جاز لأن النبي صلى الله عليه وسلم استناب من نحر باقي بدنه بعد ثلاث وستين

“Jika dia mencari ganti dalam penyembelihan, maka hukumnya boleh karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencari ganti orang yang me-nahr sisa untanya setelah beliau sembelih sebanyak 63 ekor.” (Al-Mughni, Jilid, 9, hlm. 456).

  1. Apakah harus seseorang menyaksikan proses penyembelihan? Ibnu Qudamah menyebutkan bahwa hukum menyaksikannya adalah sunah. Beliau mengatakan,

ويستحب أن يحضر ذبحها

“Disunahkan menghadiri penyembelihannya.” (Al-Mughni, Jilid 9, hlm. 456).

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah pun menerangkan,

وَيُسْتَحَبُّ إذَا وَكَّلَ أَنْ يَحْضُرَ ذَبْحَهَ

“Disunahkan apabila seseorang mewakilkan sesembelihan hewan kurban untuk menghadirinya.” (Al-Majmu’, Jilid 8, hlm. 405).

Demikian pula Syekh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah berkata,

وقد قال أهل العلم إن المضحي إذا كان لا يحسن الذبح فالأفضل أن يحضر ذبحها

“Sungguh para ulama mengatakan, sesungguhnya seseorang yang berkurban apabila tidak bisa melakukan penyembelihan dengan baik, maka yang afdal adalah dia tetap menghadiri proses penyembelihan.” (Majmu’ al-Fatawa, Jilid 25, hlm. 69).

Kesimpulannya, ketika seseorang berkurban secara utuh, maka yang afdal adalah dia menyembelih sendiri. Namun, jika dia belum mangetahui tata caranya dengan baik, maka boleh diwakilkan. Namun, yang afdal adalah dia menyaksikan proses penyembelihan. Adapun jika dia tidak menghadirinya yang mungkin terhalangi dengan uzur, maka dia tidak berdosa. Adapun hadis dengan lafaz,

فاطمةُ قُومي إلى أضحيتِكِ فاشهدَيها، فإنَّ لكِ بكلِّ قطرةٍ تَقطرُ من دمِها أن يُغْفَرَ لكِ ما سلفَ من ذنوبِكِ قالتْ: يا رسولَ اللهِ ألنا خاصةًأهلَ البيتِ أو لنا وللمسلمينَ عامةً ؟ قال: بل لنا وللمسلمينَ عامةً

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fatimah, “Wahai Fatimah datanglah ke tempat penyembelihan hewan kurbanmu dan saksikanlah saat penyembelihannya. Sesungguhnya bagimu dari setiap tetesan darahnya yang mengalir pengampunan dosa-dosa yang telah lalu.” Fathimah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah hal ini khusus bagi kita ahlulbait atau juga untuk kaum muslimin secara umum?” Beliau menjawab, “Untuk kita dan kaum muslimin secara umum.”

Hadis ini tidak disebutkan dengan satu lafaz. Namun, Imam ahli hadis Muhammad Nashiruddin al-Albani menyebutkan di dalam adh-Dha’ifah no. 6.828 bahwa sanadnya lemah. Beliau juga menyebutkan di dalam kitab yang sama no. 528 sebagian lafaznya dengan sanad yang mungkar, sehingga hadis di atas tidak bisa dijadikan sandaran.

Demikian pembahasan ini dikumpulkan.

untuk penomoran kitab Ahkam al-Udhiyyah dari al-Maktabah asy-Syamilah

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم والحمد لله رب العالمين

Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له ولوالديه ولإخوانه المسلمين
Baturaja, 24 Syawal 1441 H/16 Juni 2020.

Baca Juga: 
RINGKASAN FIKIH KURBAN
SYARAT-SYARAT HEWAN KURBAN
JENIS HEWAN YANG DIJADIKAN KURBAN
PIHAK YANG BERHAK MENERIMA KURBAN
HAL YANG BERKAITAN TENTANG PENYEMBELIHAN
LARANGAN MEMOTONG KUKU RAMBUT DAN KULIT BAGI YANG BERKURBAN
HAL LAIN YANG TERKAIT DENGAN HEWAN KURBAN

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *