HUKUM JUAL BELI DAN MENGUMUMKAN BARANG HILANG DI DALAM MASJID

HUKUM JUAL BELI DAN MENGUMUMKAN BARANG HILANG DI DALAM MASJID

Berkaitan tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan,
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا رأيتم من يبيع أو يبتاع فى المسجد فقولوا: لا أربح الله تجارتك

“Apabila kalian melihat orang yang melakukan jual beli di dalam masjid, maka doakanlah, ‘Semoga Allah tidak memberikan keuntungan pada perniagaanmu.'”
(HR. at-Tirmidzi dan disahihkan oleh syekh al-Albani di dalam al-Irwā’, no. 1.295).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Baca juga: HUKUM MELAKUKAN JUAL BELI DAN MENGUMUMKAN BARANG HILANG DI DEPAN PINTU MASJID BAGIAN LUAR

مَن سَمِعَ رَجُلًا يَنْشُدُ ضالَّةً في المَسْجِدِ فَلْيَقُلْ لا رَدَّها اللَّهُ عَلَيْكَ فإنَّ المَساجِدَ لَمْ تُبْنَ لِهذا

“Barang siapa yang mendengar seseorang mengumumkan barangnya yang hilang di dalam masjid, maka doakanlah, ‘Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu.’ Karena sesungguhnya masjid-masjid itu tidaklah dibangun untuk ini.” (HR. Muslim, no. 568).

Dari kedua hadis di atas diambil kesimpulan bahwa tidak boleh melakukan jual beli dan mengumumkan barang yang hilang di dalam masjid terlepas dari perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang makna larangan tersebut apakah haram atau makruh, maka seorang mukmin tatkala mendapati larangan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan berusaha menjauhinya semaksimal mungkin.

Di antara hikmah dari larangan ini adalah sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Abdil Barr rahimahullah beliau berkata,

وقد ذكر الله تعالى المساجد بأنها بيوت أذن الله أن ترفع ويذكر فيها اسمه وأن يسبح له فيها بالغدو والآصال فلهذا بنيت فينبغي أن تنزه عن كل ما لم تبن له

“Sungguh Allah Ta’ala telah menyebutkan bahwa masjid-masjid itu adalah rumah yang telah Allah izinkan untuk diagungkan dan disebut di dalamnya nama-Nya serta bertasbih kepada-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan petang. Untuk inilah masjid-masjid itu dibangun. Maka semestinya untuk dibersihkan dari segala yang tidak menjadi tujuan dibangunnya.”
( al-Istidzkār, jilid 2, hlm. 368).

Baca Juga: Seputar Hukum Masjid

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Penyusun: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar
Murajaah: al-Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
Editor bahasa: Abu Abdil Muhsin Fudhail

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *