HUKUM MELAKUKAN JUAL BELI DAN MENGUMUMKAN BARANG HILANG DI DEPAN PINTU MASJID BAGIAN LUAR

HUKUM MELAKUKAN JUAL BELI DAN MENGUMUMKAN BARANG HILANG DI DEPAN PINTU MASJID BAGIAN LUAR

Komite al-Lajnah ad-Dāimah pernah ditanya tentang jual beli di depan pintu masjid bagian luar, maka jawabannya,

 البيع عند باب المسجد خارجه جائز

“Melakukan jual beli di pintu masjid bagian luarnya hukumnya boleh.”
( Fatāwā al-Lajnah, no. 1.5316).

Demikian pula yang berkaitan dengan barang hilang, boleh seseorang berdiri di depan pintu masjid bagian luar, lalu mengumumkan hal itu. Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata,

إنشاد الضالة يجيء رجل ويقول ضاع مني كذا مثل محفظة الدراهم فهذا حرام لا يجوز حتى وإن غلب على أمرك أنه سرق في المسجد لا تقل هذا كيف أتوصل إلى هذا اجلس عند باب المسجد خارج المسجد وقل جزاكم الله خيرا ضاع مني كذا 

“Mengumumkan barang hilang (di masjid), contohnya, seseorang datang dan berkata, aku telah kehilangan dompet. Maka yang demikian ini haram hukumnya, tidak boleh walaupun berdasarkan perkiraan yang kuat bahwa ada seseorang yang disangka telah mencuri di masjid, jangan engkau katakan yang seperti ini.
Lantas bagaimana aku bisa mengatasi hal ini?
Jawabannya adalah duduklah engkau di sisi pintu masjid bagian luar, lalu katakanlah, ‘Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan, aku telah kehilangan barang, demikian dan demikian.'” ( Syarh Riyadh ash-Shālihīn, jilid 6, hlm. 444).

Bahkan dewan komite al-Lajnah ad-Dāimah memberikan solusi jika pengumuman tersebut berkaitan dengan hal yang bukan bagian dari agama,

ويمكن أن يلصق الإعلان خارج باب المسجد في مكان معين دائما

ليعرفه الناس، وبهذا تدرأ المفسدة عن المسجد وتحصل المصلحة من الإعلان

“Memungkinkan pengumuman tersebut ditempel di pintu masjid bagian luar di tempat tertentu. Hal itu dilakukan  terus menerus agar manusia mengetahuinya. Dan dengan ini tercegahlah kerusakan di masjid dan kemaslahatan yang diinginkan pun terwujud dari pengumuman tersebut.” ( Fatāwā al-Lajnah, no. 3.842).

Namun, apakah halaman atau teras masjid yang berada di pinggiran masjid dan terkadang digunakan untuk salat jika bagian dalam masjid penuh bukan bagian dari masjid padahal tempat ini masih masuk dalam lingkup pagar masjid? Jawabannya adalah sebaiknya tidak berjual beli dan tidak mengumumkan barang hilang karena tempat tersebut masih tercakup pada bagian dari bangunan masjid dan bersambung dengan masjid, maka tentu hukumnya, hukum masjid sebagaimana dalam penjelasan batasan masjid. Bisa jadi yang dimaksud penjelasan di depan pintu masjid bagian luar di atas adalah di depan pintu teras masjid wallahua’lam.
Sebagaimana ditegaskan oleh As-Suyuthī rahimahullah beliau berkata,

وحريم المسجد، فحكمه حكم المسجد، ولا يجوز الجلوس فيه للبيع ولا للجنب،
 ويجوز الاقتداء فيه بمن في المسجد، والاعتكاف فيه .

“Teras pinggiran masjid termasuk dalam hukum masjid. Tidak boleh berjual beli di sana dan tidak boleh bagi orang yang junub memasukinya (menurut pendapat sebagian ulama, -pen). Dan boleh mengikuti salat orang yang di dalam masjid (jika kondisi bagian dalam penuh) dan boleh beriktikaf di sana.” ( al-Asybāh wa an-Nadzāir, jilid 1/ 125).

Dari penjelasan di atas, menjadi jelas bagi kita  bahwa semestinya bagi setiap muslim, untuk tidak melakukan jual beli dan mengumumkan barang hilang di dalam atau di teras masjid. Jika ingin melakukannya, lakukanlah di luar pintu bagian depan masjid atau di tempat parkir yang tidak termasuk bagian dalam masjid. Wallahua’lam.

Baca Juga: Seputar Hukum Masjid

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Penyusun: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar
Murajaah: al-Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
Editor bahasa: Abu Abdil Muhsin Fudhail

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *