JANGAN PERNAH MERASA SEMPURNA

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

والإنسان بلا شك لا ينبغي له أن يكمل نفسه . من ادعى الكمال لنفسه فهو الناقص.

“Tidak semestinya bagi seseorang, tanpa diragukan lagi, untuk menganggap dirinya sempurna. Barang siapa yang menganggap dirinya sempurna, maka dia adalah orang yang kurang.”

Sumber: Syarh Riyadh al-Shalihin, Jilid 1, hlm. 31.

Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له.

Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail

KAJIAN TAUDHIHUL AHKAM

AGENDA TAKLIM KAUM MUSLIMIN DI BATURAJA DAN SEKITARNYA

“Jangan lupa, hadirilah majelis ilmu syar’i, ambil dan amalkan faedahnya”

Sampaikan informasi ini ke famili, saudara, teman dan kenalan, jika ikhlas berpahala insyaa Allah

SENIN MALAM SELASA , 08 RAJAB 1441H / 02 MARET 2020M

CARA TERBAIK DALAM MENGATASI HASAD

Asy-Syaikh ‘Abdullah Alu Bassam rahimahullah berkata,

إذا وجد في نفسه الحسد سعى في إزالته وفي الإحسان إلى المحسود بإبداء الإحسان إليه والدعاء له ونشر فضائله وفي إزالة ما وجد في نفسه من الحسد حتى يبدل بمحبته وهذا من أعلى درجات الإيمان وصاحبه هو المؤمن الكامل الذي يحب لأخيه ما يحب لنفسه.

“Apabila seseorang mendapati pada dirinya hasad, hendaknya dia berupaya menghilangkannya dengan selalu memulai berbuat baik kepada orang yang dia hasad kepadanya, mendoakan kebaikan, dan menyebarkan keutamaannya, serta berupaya menghilangkan apa yang didapatinya berupa hasad pada dirinya sampai berubah menjadi kecintaan. Hal ini termasuk derajat keimanan yang paling tinggi. Pelakunya adalah seorang mukmin yang sempurna (imannya) yang mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana yang dia cintai untuk dirinya.”

Sumber: Taudhih al-Ahkam, hlm. 574.

Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له.

Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail

TIDAK PANTAS BERBANGGA DENGAN DUNIA

TIDAK PANTAS BERBANGGA DENGAN DUNIA

Asy-Syaikh Abdurrahman al-Sa‘di rahimahullah berkata,

لا تفرح بهذه الدنيا العظيمة وتفتخر بها وتلهيك عن الآخرة فإن الله لا يحب الفرحين به المنكبين على محبتها.

“Jangan engkau berbangga dan sombong dengan dunia yang besar ini yang tentunya melalaikanmu dari akhirat. Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala tidak menyukai orang-orang yang berbangga dengannya dan sangat mencintainya.”

Sumber: Tafsir Surah al-Qashas, ayat 76.

Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له.

Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail

SEBAB LENYAPNYA KENIKMATAN

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata,

فإن كثيرا من الناس إذا أعطوا النعمة كفروها وأنكروها وصرفوها في غير طاعة الله عز وجل فصارت سببا لشقاوتهم أما من يشكر فإن الله يزيده
(وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم )

“Sesungguhnya kebanyakan manusia apabila diberi kenikmatan, mengufuri dan mengingkarinya serta menggunakannya pada selain ketaatan kepada Allah. Yang demikian itu menjadi sebab kesengsaraan mereka. Adapun orang yang bersyukur, maka sungguh Allah akan menambahkan kenikmatan tersebut kepadanya. Allah subhanahu wa taala berfirman, ‘Ingatlah ketika Rabb kalian mengumumkan, ‘Jika kalian bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat Kami) kepada kalian’ (Ibrahim: 7)‘.”

Sumber: Silsilah Syarh al-Rasa’il, hlm. 328.

Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له.

Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail

KAJIAN FIQIH MUYASSAR

AGENDA TAKLIM KAUM MUSLIMIN DI BATURAJA DAN SEKITARNYA

“Jangan lupa, hadirilah majelis ilmu syar’i, ambil dan amalkan faedahnya”

Sampaikan informasi ini ke famili, saudara, teman dan kenalan, jika ikhlas berpahala insyaa Allah

SABTU MALAM AHAD, 29 JUMADIL AKHIR 1441H / 22 FEBRUARI 2020M

DI ANTARA BENTUK AMANAH PADA JASAD

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

لا ينبغي للإنسان أن يأكل طعاما فيه أذى لأن نفسك عندك أمانة لا تأكل شيئا فيه أذى من عيدان أو شوك أو ما أشبه ذلك وعليه فإننا نذكر الذين يأكلون السمك أن يحتاطوا لأنفسهم لأن السمك لها عظام دقيقة مثل الإبر ، إذا لم يحترز الإنسان منها فربما تدخل إلى بطنه وتحرج معدته أو أمعاءه وهو لا يشعر لهذا ينبغي للإنسان أن يراعى نفسه وأن يكون لها أحسن راع.

“Tidak semestinya bagi seseorang untuk memakan makanan yang membuatnya terganggu. Karena jiwamu adalah amanah, jangan engkau makan sesuatu yang mengganggumu seperti dahan, duri, atau yang semisalnya. Atas dasar ini, hendaklah orang-orang yang makan ikan untuk berhati-hati karena ikan itu punya tulang halus seperti jarum. Apabila seseorang tidak berhati-hati darinya, bisa jadi masuk ke perutnya sehingga perut dan ususnya terganggu dalam keadaan dia tidak mengetahui. Oleh karena ini, semestinya bagi seseorang memperhatikan dirinya dan memberikan perhatian yang lebih baik.”

Sumber: Syarh Riyadh al-Shalihin, Jilid 2, hlm. 29.

Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له.

Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail

KEMUDAHAN ITU PASTI AKAN DATANG

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

لو فرضنا أن رجلا يكتسب المال من طريق محرم كطريق الغش أو الربا وما أشبهه ونصح في هذا وتركه لله فإن الله سيجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب ولكن لا تتعجل ولا تظن أن الأمر إذا تأخر فلن يكون ولكن قد يبتليه الله العبد فيؤخر عنه الثواب ليختبره هل يرجع إلى الذنب أم لا؟

“Jika seseorang memperoleh harta melalui jalan yang haram seperti penipuan atau riba dan yang semisalnya, dan dia telah mendapat nasihat tentang hal ini, kemudian dia meninggalkannya karena Allah, maka sesungguhnya Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka-sangka kepadanya. Akan tetapi, jangan terburu-buru dan jangan mengira bahwa jika kemudahan tersebut diakhirkan tidak akan terjadi! Terkadang Allah menguji seorang hamba dengan mengakhirkan balasannya untuk menguji apakah dia kembali lagi kepada dosa itu ataukah tidak.”

Sumber: Syarh Riyadh al-Shalihin, Jilid 1, hlm. 236–237.

Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له.

Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail

JALAN KELUAR DARI SETIAP KESULITAN

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

إذا كنت متقي الله فثق أن الله سيجعل لك مخرجا من كل ضيق واعتمد ذلك.

“Apabila engkau bertakwa kepada Allah, maka percayalah bahwa Allah akan memberikan jalan keluar untukmu dari setiap kesempitan, dan jadikanlah hal itu sebagai sandaran bagimu.”

Sumber: Syarh Riyadh al-Shalihin, Jilid 1, hlm. 236.

Alih Bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu Umar غفر الرحمن له.

Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail