SUDAH SALAT TARAWIH BERSAMA IMAM, APAKAH BOLEH SALAT LAGI PADA AKHIR MALAM?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum ustadz, afwan izin bertanya.

Bolehkah seseorang telah melakukan salat tarawih bersama imam pada awal malam, kemudian pada akhir malamnya dia melakukan salat lagi. Apakah bisa yang demikian?

Jawaban:

Oleh al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu Umar hafizhahullah.

Wa’alaykassalam warahmatullah wa barakatuh.

Boleh, bilangan salat malam atau tarawih pada bulan Ramadan tidak ada batasannya, ketika Rasulullah ditanya bagaimana salat malam, beliau menjawab

صلاة الليل مثنى مثنى

“Salat malam itu dua dua.” (HR. Muslim, no. 749).

Namun, yang afdal adalah tidak lebih dari 11 rakaat berdasarkan hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata,

ما كانَ يَزِيدُفي رَمَضَانَ ولَا في غيرِهِ علَى إحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً،

“Rasulullah tidak pernah melebihi salat malamnya baik pada bulan Ramadan atau selain pada bulan Ramadan dari 11 rakaat.”
(HR. al-Bukhari, no. 3.569).

Sehingga ketika seseorang sudah menyelesaikan salat tarawih bakda isya bersama imam sampai selesai dan dia terbangun lagi pada malam hari, ingin melanjutkan salat malamnya, maka hal ini dibolehkan. Tetapi, witirnya cukup pada waktu dia bersama imam pada awal malam, tidak lagi witir karena tidak boleh dua witir dalam satu malam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لا وتران في ليلة

“Tidak boleh dua witir dalam satu malam.” (HR. an-Nasāī, ibnu Khuzaimah, dan selain keduanya. Dihasankan oleh al-Hafidz ibnu Hajar dalam Fath al-Bārī, jilid 2, hlm. 481).

Wallahua’lam.

Sumber: Majmu’ah al-Fudhail
Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *