SYARAT-SYARAT HEWAN KURBAN

بسم الله الرحمن الرحيم

Berkaitan tentang hal ini, al-’Allamah Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menyebutkan ada empat syarat.

  1. Hewan kurban tersebut dimiliki oleh orang yang berkurban.
  2. Hewan yang dijadikan kurban adalah hewan yang ditentukan syariat, yaitu unta, sapi, dan kambing.
  3. Hewan yang dijadikan kurban telah mencapai usia yang telah ditentukan.
  4. Selamat dari cacat yang menghalangi sahnya kurban tersebut. (Ahkām al-Udhhiyyah, Jilid 2, hlm. 236–237).

Terkait syarat pertama, sangat jelas tidak boleh kita mengambil hak orang lain tanpa cara yang benar, kemudian dikurbankan. Adapun syarat kedua, sungguh telah berlalu penjelasannya. Kemudian syarat ketiga, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan usia hewan yang harus terpenuhi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ

“Janganlah kalian menyembelih hewan kurban melainkan telah mencapai usia musinnah. Kecuali bila kalian mengalami kesulitan, silakan kalian menyembelih kambing domba yang berumur jadza’ah.” (HR. Muslim no. 1.963).

Al-’Allamah Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan,

فالثني من الإبل: ما تم له خمس سنين، والثني من البقر ما تم له سنتان، والثني من الغنم ضأنها ومعزها ما تم له سنة، والجذع من الضأن: ما تم له نصف سنة

“(Yang dimaksud dengan usia musinnah adalah) untuk unta yang telah genap berusia lima tahun; untuk sapi yang telah genap berusia dua tahun; untuk kambing baik yang domba maupun ma’iz yang telah genap berusia satu tahun. Adapun domba yang berumur jadz’ah maknanya adalah yang telah genap usia enam bulan.” (Ahkām al-Udhhiyyah, Jilid 2, hlm. 237).

Dari penjelasan di atas, bisa kita ambil kesimpulan untuk usia hewan kurban sebagai berikut.

Kita diperintahkan untuk mencari hewan yang mencapai usia musinnah, yaitu unta lima tahun atau lebih; sapi dua tahun atau lebih; dan kambing satu tahun atau lebih. Jika kesulitan, boleh kambing domba yang usianya setengah tahun. Al-Imam an-Nawawi rahimahullah menerangkan,

قال العلماء المسنة هي الثنية من كل شيء من الإبل والبقر والغنم فما فوقها وهذا تصريح بأنه لا يجوز الجذع من غير الضأن في حال من الأحوال

“Ulama mengatakan, yang dimaksud dengan musinnah adalah tsaniyah, yaitu unta, sapi, dan kambing yang usianya telah terpenuhi atau lebih. Di sini terdapat penjelasan bahwa tidak boleh jadza’ (yang berusia enam bulan) kecuali domba bagaimanapun keadaannya.” (Syarh Shahih Muslim, Jilid 13, hlm. 117).

Adapun syarat keempat, sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أربعٌ لا تُجزئُ في الأضاحيِّ: العَوراءُ البيِّنُ عوَرُها، والمريضةُ البيِّنُ مرضُها، والعَرجاءُ البيِّنُ ظَلعُها، والكسيرةُ الَّتي لاتُنقي

“Empat hal yang tidak diperbolehkan pada hewan kurban, yaitu yang buta sebelah matanya dan jelas butanya; yang sakit dan jelas sakitnya; yang pincang dan jelas pincangnya; serta yang kurus dan tidak bersumsum.” (Ibnu Majah; Shahih Ibnu Majah no. 2.562).

Para ulama sepakat dalam memilih hewan kurban bahwa dianjurkan yang bagus. Adapun yang cacat yang disebutkan di dalam hadis, semakna, atau bahkan lebih parah, maka tidak sah. Al-Imam an-Nawawi rahimahullah menerangkan,

وأجمعوا على استحباب استحسانهاواختيار أكملها وأجمعوا على أن العيوب الأربعة المذكورة في حديث البراء وهو المرض والعجف والعور والعرج البين لاتجزى التضحية بها وكذا ماكان في معناها أو أقبح كالعمى وقطع الرجل وشبهه وحديث البراء هذا لم يخرجه البخاري ومسلم فى صحيحهما ولكنه صحيح رواه أبوداود والترمذي والنسائي وغيرهم من أصحاب السنن بأسانيد صحيحة وحسنة قال أحمد بن حنبل ما أحسنه من حديث وقال الترمذي حديث حسن صحيح والله أعلم

“Para ulama sepakat tentang dianjurkannya memilih hewan kurban yang bagus dan paling sempurna. Mereka juga sepakat bahwa empat cacat yang disebutkan di dalam hadis dari sahabat Barra’, yaitu sakit yang jelas, kurus tanpa sum-sum, buta sebelah yang jelas butanya, pincang yang jelas, tidak sah berkurban dengannya. Demikian pula yang semakna dengannya atau yang lebih parah seperti kedua matanya buta; terpotong kakinya; atau yang semisalnya. Hadis Barra’ tidak dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim di dalam Shahih, tetapi hadis tersebut adalah hadis yang sahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan yang lainnya dari ashabussunan dengan sanad-sanad yang sahih dan hasan. Ahmad bin hambal rahimahullah mengatakan, ‘Alangkah bagus (sanadnya).’ At-Tirmidzi mengatakan, ‘Hadis hasan sahih.’ Wallahu a’lam.” (Syarh Shahih Muslim, Jilid 13, hlm. 120).

Masalah Pertama: Hewan Kurban yang Dipelihara Mengalami Sakit atau Cacat.

Memelihara hewan untuk kurban kemudian setelah itu hewan tersebut sakit atau cacat. Selanjutnya jika seseorang telah memelihara hewan untuk kurban sebelum waktunya, tatkala masuk waktu berkurban ternyata hewan tersebut sakit atau cacat apa yang harus dia lakukan? Syekh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan,

يقول العلماء رحمهم الله من عين الأضحية وقال هذه أضحيتي صارت أضحية فإذا أصابها مرض أو كسر فإن كنت أنت السبب فإنها لا تجزئ وبجب عليك أن تشتري بدلها مثلها أو أحسن منها وإن لم تكن السبب فإنها تجزئ

“Ulama rahimahumullah mengatakan, siapa saja yang telah menentukan hewan kurbannya seraya mengatakan ini hewan kurbanku, maka jadilah itu hewan kurban. Tatkala hewan tersebut sakit atau cacat dan engkau menjadi penyebabnya (karena kelalaian atau yang lainnya), maka wajib membeli ganti yang semisalnya atau yang lebih bagus. Jika tidak menjadi penyebabnya, maka berkurban dengannya sah.” (Al-Liqa’ asy-Syahri, Jilid 25, hlm. 99).

Namun, beliau mengingatkan ketika membeli hewan untuk jangan terburu-buru menentukannya sebagai kurban. Beliau menuturkan,

الأولى أن الإنسان يصبر في تعيينها فيشتريها مبكرا من أجل أن يغذيها بغذاء طيب ولكن لا يعينها فإذا كان عن الذبح عينها وقال اللهم هذا منك ولك هذا عني وعن أهل بيتي وهو إذا لم يعين يستفيد فائدة مهمة وهي لو طرأ أن يدعها ويشتري غيرها فله ذلك لأنه لم يعينها

“Yang lebih utama adalah seseorang bersabar dalam menentukannya sebagai hewan kurban. Karena itu, silakan dia beli dengan segera untuk diberi nutrisi yang baik. Namun, waktu menentukannya adalah ketika menyembelih dan berkata, Allahumma hadza minka wa laka wa hadza ‘anni wa an ahli baiti. Dia akan mendapatkan faedah ketika belum menentukannya, yaitu jika terjadi sesuatu pada hewan tersebut dan dia ingin membeli yang lain, maka boleh baginya karena dia belum menentukannya.” (Al-Liqa’ asy-Syahri, Jilid 25, hlm. 99).

Masalah Kedua: Cara Penentuan Hewan Kurban.

Adapun yang berkaitan tentang penentuan hewan kurban, maka Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menyebutkan bisa tercapai dengan salah satu dari dua:

  1. Dengan melafazkannya, dia berkata ini hewan kurban. Dia membangun penentuan tersebut dari niatnya.
  2. Menyembelihnya dengan niat kurban. Tatkala dia sembelih dengan niat kurban, maka telah tetap padanya hukum kurban.

Inilah pendapat yang beliau kuatkan. Dan beliau menukil dari Syaikhul Islam yang menambahkan ketentuan ketiga yaitu penentuan kurban bisa tercapai juga dengan membelinya disertai niat berkurban. (Ahkām al-Udhīyah, jilid 2, hlm. 245).

Pendapat yang lebih mendekati kebenaran wal’ilmu ‘indallah adalah pendapat syaikhul Islam bahwa hewan kurban bisa tercapai penentuannya dengan salah satu dari tiga:

  1. Melafazkan bahwa ini adalah hewan kurban sebelum berkurban.
  2. Menyembelih dengan niat berkurban.
  3. Membeli hewan tersebut dengan niat berkurban.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إنما الأعمال بالنيات

“Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya.” (HR. al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1.907).

Al-Lajnah ad-Daimah pun telah mengeluarkan fatwa,

الأضحية تتعين بشرائها بنية الأضحية أو بتعيينه

“Hewan kurban bisa tercapai penentuannya dengan membelinya disertai niat atau dengan menentukannya.” (Fatawa al-Lajnah, Jilid 11, hlm. 402).

Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga: 
RINGKASAN FIKIH KURBAN
SYARAT-SYARAT HEWAN KURBAN
JENIS HEWAN YANG DIJADIKAN KURBAN
PIHAK YANG BERHAK MENERIMA KURBAN
HAL YANG BERKAITAN TENTANG PENYEMBELIHAN
LARANGAN MEMOTONG KUKU RAMBUT DAN KULIT BAGI YANG BERKURBAN
HAL LAIN YANG TERKAIT DENGAN HEWAN KURBAN

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *