TATKALA TUJUAN IBADAH INGIN DISEBUT-SEBUT ORANG LAIN

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

فلا تقبل العبادة حجا كانت أم غيره إذا كان الإنسان يرائي بها عباد الله، أي يقوم بها من أجل أن يراه الناس فيقولون: ما أتقى فلانا ما أعبد فلانا لله. وما أشبه هذا. ولا تقبل العبادة إذا كان الحامل عليها رؤية الأماكن، أو رؤية الناس،
أو ما أشبه ذلك مما ينافي الإخلاص

“Tidak akan diterima ibadah baik berupa haji atau yang lainnya apabila tujuannya ingin dilihat hamba-hamba Allah; yakni dia mengerjakan ibadah tersebut agar dilihat manusia. Maka dengan sebab itu mereka akan berkata, ‘Alangkah bertakwanya si anu, alangkah giatnya dia beribadah kepada Allah’, dan ucapan yang semisal ini. Tidak akan diterima ibadah tersebut apabila tujuannya ingin memperlihatkan tempat atau ingin dilihat orang atau yang semisal ini dari perbuatan-perbuatan yang meniadakan keikhlasan.”

Sumber: Majmū’ al-Fatāwā, jilid 21, hlm. 19.

Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman bin Umar غفر الرحمن له.

Baca Juga : KESIBUKAN DALAM MENCARI NAFKAH BISA BERNILAI IBADAH KAWAN

Ayo Gabung dan Bagikan:
Kanal Telegram: https://t.me/alfudhail
Situs Web: https://alfudhail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *